Senin, 24 Juni 2013

MUALAF ITU ADALAH SEORANG MANTAN PEKERJA SEX

MUALAF ITU ADALAH SEORANG MANTAN PEKERJA SEX

Rianty lahir di Surabaya, 12 April 1961  seorang wanita paruh baya asal Surabaya adalah mantan pekerja sex di Kilo 17, Balikpapan. Ibu Rianty adalah janda dengan 2 orang anak bernama wulan dan helmy, ibu rianty sudah bercerai dari suaminya dan berusaha untuk membantu membiayai ke 2 anaknya yang masih bersekolah.
Tahun 8 Januari 2009, Rianty datang ke Balikpapan, karena menghindari seorang lelaki yang bersuku Madura. Rianty tidak menyukainya dan akhirnya melarikan diri ke Balikpapan. Rianty tidak datang sendiri ke Balikpapan, tetapi bersama pria yang membawa dia dan menjanjikan dia sebuah kerjaan di Balikpapan. Rianty yang merasa baru dan tidak terlalu mengenal daerah Balikpapan hanya menyetujui tawaran pekerjaan yang tidak tahu pekerjaan seperti apa yang ditawarkan oleh lelaki itu. Ketika sampai di tempat kerja yang dituju, ternyata ibu rianty sadar bahwa tempat tersebut adalah tempat prostitusi. Pada awalnya ibu rianty menolak, tetapi ibu rianty mengingat kembali tujuannya untuk membantu membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah. Akhirnya ibu rianty bekerja di tempat prostitusi itu. Walaupun merasa asing dan berat akhirya ibu ryanti dapat mengatasi perasaan tersebut.
Ibu rianty yang pada saat itu sudah berumur 48 tahun sangat merasa minder dengan pekerja sex lainnya yang masih sangat muda. Hari pertama ibu rianty menjalani pekerjaannya sebagai pekerja sex, keadaan yang sangat keras dan sulit memaksa ibu rianty untuk tetap melakukan pekerjaannya sebagai pekerja sex. Diawali dengan menemani seorang pelanggan, dan mendapatkan pelanggan bagi ibu rianty sangatlah sulit yang mengingat umur ibu rianty tidaklah muda, terkadang ibu rianty harus beradu mulut dan beradu fisik untuk mendapatkan seorang pelanggan. Hati merasa sedih dan merasa terhina, tetapi tetap harus dilakukannya.
Pekerjaan yang sangat berat bagi ibu Rianty yang harus bekerja dari menemani pelanggan minum sampai menemani tidur. Tetapi bagi ibu rianty uang yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut tidaklah cukup untuk membantu membiayai 2 anaknya di Surabaya. Ibu rianty mendapatkan ide untuk membuat pekerjaan sampingan sebagai Tukang Urut di tempat Prostitusi tersebut, dan sejenak ibu rianty dapat menghilangkan rasa penat yang ada. disiang hari ibu rianty menjadi tukang urut dan di malam hari ibu rianty menjadi pelaku sex. Ibu rianty beranggapan bahwa cantik dan sexy tidak terlalu penting, dan hal itu dapat dirasakan sejenak dan hilang, yang paling penting adalah service atau pelayanan.
Dan selama 2 tahun ibu rianty menjalani pekerjaan ini. Bagi ibu rianty ini adalah waktu yang sangat lama untuk harus merasakan keras dan beratnya pekerjaannya, karena ibu rianty merasa ini sudah menjadi jalannya yang harus dijalani.
Beberapa kali ibu rianty berusaha untuk keluar dari tempat tersebut, tetapi gagal, karena ibu rianty sudah merasa tidak nyaman dan tidak kuat untuk bertahan di tempat  tersebut. sampai akhirnya ibu rianty bertemu dengan seorang lelaki yang adalah pelanggan ibu rianty yang membantu ibu rianty untuk keluar dari tempat prostitusi tersebut. akhirnya dengan perasaan sangat lega dan bahagia, ibu rianty dapat keluar dari tempat itu. Tidak lama setelah keluar dari tempat tersebut, lelaki yang membantu ibu rianty keluar dari tempat itu, menikahi ibu rianty yang pada saat itu status lelaki itu masih suami orang. Kebaikan lelaki itu membuat ibu rianty tidak dapat menolak tawaran itu. Dan akhirnya ibu riantypun menikah dengan lelaki itu.
Kehidupan lama telah ditinggalkan ibu rianty, kehidupan baru yang membuat ibu rianty bahagia. Ibu rianty adalah seorang khatolik, selalu menjalankan ibadahnya dengan tekun. Tetapi setiap ibu rianty beribadah dia selalu merasa ada yang kurang, selalu merasa mencari-cari. Suatu ketika ibu rianty bermimpi dia mengalami musibah dan yang hanya menyelamatkannya adalah tulisan Allah SWT dan Muhammad Saw, yang membuat ibu rianty berpikir mengapa hal itu menyelamatkan dia, dan ibu rianty juga merasa damai ketika mendengar takbir. Ibu rianty memutuskan untuk masuk agam islam, walaupun tidak resmi, ibu rianty sudah menyebutkan 2 kalimat syahadat. Dan sudah 2 tahun ibu rianty mempelajari ajaran-ajaran agama islam hanya dengan menonton tv dan mendengarkan adzan di masjid. Ketika mendengar suara adzan atau mendengar seorang mengaji membuat hati ibu rianty tenang dan damai. Ibu rianty merasa inilah yang dicari-cari selama ini.
Setelah keluar dari pekerjaan lama ibu rianty, dia hanya menjalankan pekerjaan sebagai tukang urut keliling, dan tidak lupa ibu rianty selalu mengabari anak-anaknya yang ada di Surabaya. Walaupun ibu rianty tidak pernah memberitahukan anak-anaknya tentang pekerjaan lamanya. Rasa bersalah selalu ada dalam benak ibu rianty, tetapi ibu rianty tidak mampu untuk mengatakan kepada anak-anaknya.
Sekarang dengan semangat juang anak-anaknya dan ibu rianty, anak-anak ibu rianty sekarang telah menjadi orang yang diingiinkan ibu rianty, seeorang yang sukses. Wulan menjadi sarjana dan helmy menjadi tentara. Rasa sedih dan malu sudah terhapuskan dengan prestasi dari ke 2 anaknya.
Ibu rianty mengatakan, bahwa “selama akal kita masih sehat, organ tubuh masih lengkap ada niat, kemauan dan usaha, lakukan apa yang masih bisa kita lakukan,  orang gagal adalah orang yang malas”.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar