MUALAF ITU ADALAH SEORANG MANTAN
PEKERJA SEX
Rianty
lahir di Surabaya, 12 April 1961 seorang
wanita paruh baya asal Surabaya adalah mantan pekerja sex di Kilo 17,
Balikpapan. Ibu Rianty adalah janda dengan 2 orang anak bernama wulan dan
helmy, ibu rianty sudah bercerai dari suaminya dan berusaha untuk membantu
membiayai ke 2 anaknya yang masih bersekolah.
Tahun
8 Januari 2009, Rianty datang ke Balikpapan, karena menghindari seorang lelaki
yang bersuku Madura. Rianty tidak menyukainya dan akhirnya melarikan diri ke
Balikpapan. Rianty tidak datang sendiri ke Balikpapan, tetapi bersama pria yang
membawa dia dan menjanjikan dia sebuah kerjaan di Balikpapan. Rianty yang
merasa baru dan tidak terlalu mengenal daerah Balikpapan hanya menyetujui
tawaran pekerjaan yang tidak tahu pekerjaan seperti apa yang ditawarkan oleh
lelaki itu. Ketika sampai di tempat kerja yang dituju, ternyata ibu rianty
sadar bahwa tempat tersebut adalah tempat prostitusi. Pada awalnya ibu rianty
menolak, tetapi ibu rianty mengingat kembali tujuannya untuk membantu membiayai
2 anaknya yang masih bersekolah. Akhirnya ibu rianty bekerja di tempat
prostitusi itu. Walaupun merasa asing dan berat akhirya ibu ryanti dapat
mengatasi perasaan tersebut.
Ibu
rianty yang pada saat itu sudah berumur 48 tahun sangat merasa minder dengan pekerja
sex lainnya yang masih sangat muda. Hari pertama ibu rianty menjalani
pekerjaannya sebagai pekerja sex, keadaan yang sangat keras dan sulit memaksa
ibu rianty untuk tetap melakukan pekerjaannya sebagai pekerja sex. Diawali
dengan menemani seorang pelanggan, dan mendapatkan pelanggan bagi ibu rianty
sangatlah sulit yang mengingat umur ibu rianty tidaklah muda, terkadang ibu
rianty harus beradu mulut dan beradu fisik untuk mendapatkan seorang pelanggan.
Hati merasa sedih dan merasa terhina, tetapi tetap harus dilakukannya.
Pekerjaan
yang sangat berat bagi ibu Rianty yang harus bekerja dari menemani pelanggan
minum sampai menemani tidur. Tetapi bagi ibu rianty uang yang dihasilkan dari
pekerjaan tersebut tidaklah cukup untuk membantu membiayai 2 anaknya di
Surabaya. Ibu rianty mendapatkan ide untuk membuat pekerjaan sampingan sebagai
Tukang Urut di tempat Prostitusi tersebut, dan sejenak ibu rianty dapat
menghilangkan rasa penat yang ada. disiang hari ibu rianty menjadi tukang urut
dan di malam hari ibu rianty menjadi pelaku sex. Ibu rianty beranggapan bahwa
cantik dan sexy tidak terlalu penting, dan hal itu dapat dirasakan sejenak dan
hilang, yang paling penting adalah service atau pelayanan.
Dan
selama 2 tahun ibu rianty menjalani pekerjaan ini. Bagi ibu rianty ini adalah
waktu yang sangat lama untuk harus merasakan keras dan beratnya pekerjaannya,
karena ibu rianty merasa ini sudah menjadi jalannya yang harus dijalani.
Beberapa
kali ibu rianty berusaha untuk keluar dari tempat tersebut, tetapi gagal,
karena ibu rianty sudah merasa tidak nyaman dan tidak kuat untuk bertahan di
tempat tersebut. sampai akhirnya ibu
rianty bertemu dengan seorang lelaki yang adalah pelanggan ibu rianty yang
membantu ibu rianty untuk keluar dari tempat prostitusi tersebut. akhirnya
dengan perasaan sangat lega dan bahagia, ibu rianty dapat keluar dari tempat
itu. Tidak lama setelah keluar dari tempat tersebut, lelaki yang membantu ibu
rianty keluar dari tempat itu, menikahi ibu rianty yang pada saat itu status
lelaki itu masih suami orang. Kebaikan lelaki itu membuat ibu rianty tidak
dapat menolak tawaran itu. Dan akhirnya ibu riantypun menikah dengan lelaki
itu.
Kehidupan
lama telah ditinggalkan ibu rianty, kehidupan baru yang membuat ibu rianty
bahagia. Ibu rianty adalah seorang khatolik, selalu menjalankan ibadahnya
dengan tekun. Tetapi setiap ibu rianty beribadah dia selalu merasa ada yang
kurang, selalu merasa mencari-cari. Suatu ketika ibu rianty bermimpi dia
mengalami musibah dan yang hanya menyelamatkannya adalah tulisan Allah SWT dan
Muhammad Saw, yang membuat ibu rianty berpikir mengapa hal itu menyelamatkan
dia, dan ibu rianty juga merasa damai ketika mendengar takbir. Ibu rianty
memutuskan untuk masuk agam islam, walaupun tidak resmi, ibu rianty sudah menyebutkan
2 kalimat syahadat. Dan sudah 2 tahun ibu rianty mempelajari ajaran-ajaran
agama islam hanya dengan menonton tv dan mendengarkan adzan di masjid. Ketika
mendengar suara adzan atau mendengar seorang mengaji membuat hati ibu rianty
tenang dan damai. Ibu rianty merasa inilah yang dicari-cari selama ini.
Setelah
keluar dari pekerjaan lama ibu rianty, dia hanya menjalankan pekerjaan sebagai
tukang urut keliling, dan tidak lupa ibu rianty selalu mengabari anak-anaknya
yang ada di Surabaya. Walaupun ibu rianty tidak pernah memberitahukan
anak-anaknya tentang pekerjaan lamanya. Rasa bersalah selalu ada dalam benak
ibu rianty, tetapi ibu rianty tidak mampu untuk mengatakan kepada anak-anaknya.
Sekarang
dengan semangat juang anak-anaknya dan ibu rianty, anak-anak ibu rianty
sekarang telah menjadi orang yang diingiinkan ibu rianty, seeorang yang sukses.
Wulan menjadi sarjana dan helmy menjadi tentara. Rasa sedih dan malu sudah
terhapuskan dengan prestasi dari ke 2 anaknya.
Ibu
rianty mengatakan, bahwa “selama akal kita masih sehat, organ tubuh
masih lengkap ada niat, kemauan dan usaha, lakukan apa yang masih bisa kita
lakukan, orang gagal adalah orang yang
malas”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar